![]() |
| Nenek Collin Dalam Persidangan di USA |
Berkarakter tenang, calm, hangat dan bersahaja, wanita tua yang bermukim di Bronx, Barat Laut New York, tak pernah disangka tega menyelundupkan dana Gereja senilai jutaan dollar USA (hampir 10 Miliar rupiah), selama 8 tahun ia bekerja.
"Ia tidak hidup mewah. Rumahnya sederhana. Namun, kita akan berkata lain setelah melihat apa yang ada dalam apartemennya", kata Jaksa yang menuntut terdakwa di Pengadilan Manhatan. Dalam investigasi kepolisian Resort Bronx, ditemukan sekitar 16-17 cek tunai dari tiga bilik apartemennya. Ketiga cek tersebut berisi legal payment atau bukti pembayaran sah dari salah satu pusat penjualan di New York.
Amy Justiniano, jaksa penuntut mengatakan bahwa motif penipuan chechk yang dibuat Ms. Colin sangat sederhana. Ia menerbitkan 468 check sebesar $2.500 per check, selama 8 tahun untuk "KB Colin", salah seorang putra imaginernya. Segera sesudah cek itu diperolehnya, ia mengubah check tersebut dengan stempel resmi dari outlet pembayaran resmi yang ditujukan kepadanya.
"Dia menampilkan dirinya sebagai seorang yang sangat religius. Hampir tiap pagi ia ke gereja", kata Mr. Zwiling, juru bicara keuskupan Agung NY. "Awalnya kami menganggap itu hanya sekadar check biasa (apalagi jumlah yang kecil), tetapi lama-lama kami menyadari kalau check itu sudah besar", tutur Zwiling.
Ms Colin dikenai pasal Pencurian dan Pencucian Uang. Pengadilan Manhatan menjatuhkan vonis sekitar 25 tahun dengan denda US $750.000.
Wanita tua yang religius itu ternyata sudah pernah dicekal dengan kasus penipuan yang sama tahun 1999, saat ia mencuri US $46.000 dari perusahaannya. Bahkan, jauh sebelumnya, tahun 1986, wanita yang pernah berjasa dan menjadi kordinator dalam pembabtisan 600 warga New York di gereja Katedral St. Patrick, juga ditangkap dan dipenjarakan dengan kasus serupa.
Tak ada kerabat yang mengikuti persidangannya. Padahal, Ia dikabarkan memiliki dua putra dewasa yang tinggal di Florida. Ms Colin sendiri, selama lebih dari 15 tahun mendiami apartemen kecil di Bronx, bersama putrinya yang saat ini sedang dirawat karena kanker.
Dari 251 komentar yang masuk, banyak user yang menyesal, dan mengutuk perbuatan tercela ini. YVT dari New York, misalnya, mempertanyakan kereligiusan Ms Collin(?). "A realy religious lady? Not so much........
Tapi tak sedikit pula yang rada-rada menjudge Gereja New York dan kroninya juga terlibat dalam kasus ini. Gratian, warga Bronx, misalnya, mencibir Dolan, staf keuangan Gereja. "mana mungkin tidak pernah ada crosscheck tetang dana Gereja selama setahun?" "Ini mustahil!" sergahnya.
"Ada banyak yang terlibat. Bukan saja wanita ini. Bahkan mungkin wanita ini diperdayakan oleh oknum-oknum tertentu. Mereka memanfaatkan kesalahan masa lalu Ms Collin untuk menutupi bisnis mereka yang gagal. Semua orang Bronz mengetahuinya", ungkapnya.
Direpublikasi penulis dari The NewYork Times








0 comments:
Post a Comment
tks for your support...