Your Life Your Way

Wednesday, April 18, 2012

Sampai Pagi Menyapa Lagi


Pagi itu datang lagi
menyapa seorang anak menggendong tas kecil
Hari depan terhidup di jinjingnya
Berjalan longgok menelusur jejak berjuta tapak

Kicau burung menyanyi merdu tersenyum merindu
Perutnya lapar terhenyak sakit menggotong moncong
Sudah biasa anak mengisi bekal di pojok kantin sekolah
Gontai jalannya bukan karena tak terbiasa kian kepalang
“karena sudah dari biasa” kata bunda

Pagi menyapa lagi...
Suara merdu begitu pilu bersatu paras ayu
Wewangian parfum dari tubuh menyandu
Terbirit-birit menyepak lantai biru

Oh indahnya kau gadis rupawan juga hartawan
Elok parasmu mana tahan kaca mobil membendung
Terbalut indah gaunmu terjuntai
Kau satu-satunya yang terindah dalam hidupmu

Pagi menyapa pagi ...
Burung hantu mulai luluh begitu pilu
Larut bersiul entah mengapa merunduk sayu
menatap anak menggendong tas memikul kuk
Lugu menyusur jalanan berjuta jejak
Hari depan terhidup di dalamnya

Pagi masih menyapa ...
Burung hantu tak kunjung luluh begitu pilu
Larut bersiul merunduk sayu
Melirik pucat cantiknya ibu
menatap macet jalanan
Sopir dan pejalan kaki berebut jalur tak karuan
Pagi ini tawuran lagi

Pagi tak kunjung pergi...
Pucuk dedaunan layu terlarut duka
Semilir angin sejuk terhenti sejenak
 berhembus luruh terhanyut pilu

.....
Oh kau anak sayang
Sedari tadi berjejak tenang
Mencoba berlangkah mencari aman
malah tenggelam ramainya pagi
sampai tak bertampak di mana lagi

Hai kau ibu malang
Sedari tadi kerut dahi bergeming
Cari jalur di mana lagi
Biar pagi jangan sampai berhenti

Anak sayang ibunya malang
Menggurat kisah di palang tenang
Tak kuasa menahan sabar
Mobil melaju menyerempet pagar

Pagi masih menyapa
Tak terkira nasibnya malang
Tubuh kecil tertindih pagar
Berpeluh debu bersimbah darah
Menggendong tas memikul kuk
Hari depan terkubur di dalamnya.

Nipi, September 2011


0 comments:

Post a Comment

tks for your support...

Search